Jumat, 15 Februari 2013

Permainan Tradisional di Indonesia


SERBA TUJUH__

Indonesia memang dikenal sebagai negara kepulauan yang memiliki beragam budaya, kultur, agama, dan sebagainya. Tak heran jika antara satu daerah dan daerah yang lain memiliki keunikan dan ciri khasnya sendiri. Karena itulah yang merupakan ciri khas dari Negara Indonesia.

Salah satu kebudayaan yang beraneka ragam yaitu “Permainan Tradisional” milik masyarakat Indonesia yang diciptakan bukan hanya sekedar hiburan namun memiliki maksud yang lebih luas tentang itu, misalnya mengajarkan solidaritas, kekompakan, gotong royong, dan terpenting yaitu saling menghormatii serta menjaga silaturahmi antara masyarakat setempat.

Berikut ini adalah 7 Permainan Tradisional Indonesia yang wajib di budidayakan :

·       Bekel
Permainan khas negeri Pasundan yang biasanya sering dimainkan oleh anak-anak wanita untuk menguji kecerdasan serta keterampilan tangan mereka. Permainan yang dimainkan oleh dua orang atau lebih dengan menggunakan satu bola karet dan bekel terbuat dari kewuk (cangkang kerang laut) yang berjumlah 10 biji.

Dengan aturan yang telah disepakati bersama dimulai dari hompimpah atau suit untuk menetukan pemain yang akan memulai permainan. Permainan  dimulai ketika bola dipantulkan oleh pemain yang akan memungut satu persatu kewuk yang bertebaran di bawah yang disebut mi hiji, mi dua sampai mi sepuluh dan di salah satu level pemain harus membolak-balikkan biji bekel. Pemain akan digantikan apabila jari tangan menyentuh kewuk atau bekel lain disaat memungut satu-satu, dua-dua atau tiga-tiga bekel.
Permainan ini secara sadar atau tidak sekaligus melatih kecepatan, ketepatan, ketelitian dan mengasah otak para pemainnya.



·       Sondah
Permainan yang dimainkan oleh dua orang atau lebih dengan menggunakan gambar petak sebagai loncatan di atas tanah dan pecahan genting kecil hanya seukuran kurang lebih 3x3 cm yang digunakan sebagai lemparan, dengan berbagai tekhnik loncatan. Dimulai dengan melemparkan batu atau pecahan genting pada kotak pertama, kemudian melewati kotak-kotak kosong sampai kembali pada kotak berisi genting tadi. Dilanjutkan dengan melewati kotak-kotak tersebut dengan kepala tengadah atau tak melihat. Diakhiri dengan menjatuhkan genting atau batu dengan membelakangi bidang atau tanpa melihat. Jika genting atau batu itu tidak keluar dari kotak maka kotak  itu menjadi miliknya dan ditandai sehingga pemain lain tidak boleh menginjak kotak tersebut.


Permainan ini dapat juga dimainkan secara berkelompok atau perorangan siapa yang lebih cepat melempar potongan genteng ke kotak terjauh, maka dia adalah pemenangnya. Permainan ini mengajarkan kepada anak-anak mengenai kerja sama tim, kekompakan dan semangat kerja keras.



·       Galah
Permainan yang dimainkan 6 orang atau lebih secara kelompok (masing-masing kelompok minimal 3 orang) yang terdiri dua grup. Permainan ini membutuhkan membutuhkan lapangan sebagai tempat bermain. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis atau wilayah ke baris atau wilayah terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup wajib secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.


Anggota grup yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan ini terbagi dua, yaitu anggota grup yang menjaga garis batas horizontal dan garis batas vertikal.
Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas horisontal, maka mereka akan berusaha untuk menghalangi lawan yang berusaha untuk melewati garis batas sebagai garis bebas. Permainan ini membutuhkan kegesitan dan strategi untuk mengecoh.


·       Encrak

Permainan yang dimainkan oleh dua orang atau lebih secara perseorangan atau beregu yang menggunakan biji buah-buahan atau batu kecil, dengan satu kojo (nama lain jagoan). Setiap pemain akan duduk berhadap-hadapan dengan lawan mainnya di depan kojo dan berkompetisi untuk mendapatkan batu sebanyak-banyaknya.



·       Rerebonan

Permainan yang sering disebut juga dengan benteng-bentengan dimainkan 4 orang atau lebih secara kelompok (masing-masing kelompok minimal 2 orang), permainan ini membutuhkan lapangan sebagai tempat permainan dan tempat yang dijadikan istana biasanya pohon atau tiang.

Tujuan dari permainan ini yaitu untuk menyentuh istana lawan lalu meneriakkan kata “Benteng”. Dalam permainan ini dikenal penawan dan tertawan, permainan akan dimenangkan bila lawan menyentuh istana dan dapat juga diraih dengan menyentuh tubuh dari lawannya. Pada saat ini terjadi si anak akan tertangkap. Dalam permainan ini setiap anak memiliki peranan sebagai mata-maata, pengganggu atau penangkap istana. Permainan ini membutuhkan kecepatan berlari, kelincahan dan strategi yang baik.


·       Engrang atau Jajangkungan
Permainan yang membutuhkan keterampilan, keseimbangan dan keberanian untuk berjalan menggunakan bambu yang panjangnya satu setengah sampai tiga meter atau tergantung dari kebutuhan, dan dibagian bawah kurang lebih 30-60cm dari dasar dibuat tempat pijakan kaki. Permainan ini sering dimainkan dengan berkelompok, adu kecepatan, dan dipadukan dengan permainan bola.


Itulah beberapa permainan tradisional masyarakat Indonesia yang wajib di jaga dan dilestarikan. Kebudayaan bangsa menunjukkan jati diri dan identitas bangsa yang telah diwariskan oleh leluhur selama beratus-ratus tahun. Maka jagalah kebudayaan itu agar genrasi selanjutnya juga bisa merasakan kebudayaan itu … ^.^
Title: Permainan Tradisional di Indonesia; Written by Putry Wulandari; Rating: 5 dari 5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar